Tools dan Lab Platform
Opsi Attacker Environment
Rekomendasi VM tetap menjadi opsi default yang paling aman dan paling mudah dikelola. Namun, peserta tidak harus selalu memakai VM. Beberapa opsi yang bisa dipakai:
VM-Based Lab
Pilihan paling direkomendasikan untuk kelas bersama karena:
- Mudah di-reset
- Lebih aman untuk isolasi
WSL
WSL cocok untuk peserta Windows yang ingin menjalankan tool CLI tanpa harus langsung membuat attacker VM penuh.
Kelebihan:
- Lebih ringan daripada VM penuh
- Nyaman untuk tool seperti
nmap,ffuf,gobuster,searchsploit, dannetcat - Cocok untuk latihan command-line dasar
Hal yang perlu diperhatikan:
- Beberapa skenario networking bisa berbeda dari VM-based lab
- Untuk tool GUI seperti Burp Suite atau Wireshark, lebih praktis dijalankan di Windows host atau melalui WSLg jika environment mendukung
Bare Metal Linux
Bare metal berarti peserta menjalankan tool langsung di Linux host utama tanpa VM tambahan.
Kelebihan:
- Performa paling ringan
- Tidak ada overhead virtualisasi
- Cocok untuk peserta yang memang sudah memakai Linux sebagai daily driver
Hal yang perlu diperhatikan:
- Isolasi lebih lemah dibanding VM
- Perubahan package dan konfigurasi langsung memengaruhi mesin utama
Rekomendasi Praktis
Jika perlu setup yang paling seragam, gunakan VM. Jika device terbatas, WSL atau bare metal Linux bisa dijadikan opsi cadangan selama target, dan tool tetap kompatibel.
Tahap Instalasi per Opsi
Opsi 1: VM-Based Lab
Ini adalah jalur yang paling direkomendasikan untuk kelas bersama.
Sumber resmi yang bisa dipakai:
- Install hypervisor seperti VirtualBox atau VMware Workstation Pro.
- Download image Kali Linux atau Parrot OS dalam format
ISOatauOVA. - Jika memakai
OVA, import appliance yang sudah jadi. - Jika memakai
ISO, buat VM baru dengan alokasi minimal:
- 2 vCPU
- 4 GB RAM
- 30 sampai 40 GB storage
- Atur network adapter agar dapat koneksi ke internet.
- Boot VM dan selesaikan proses instalasi sistem operasi.
- Jalankan update package setelah login pertama.
- Verifikasi tool inti seperti
nmap,gobuster,ffuf,netcat, dan browser. - Buat snapshot awal agar environment mudah di-reset jika rusak.
Opsi 2: WSL
WSL cocok jika peserta memakai Windows dan ingin setup yang lebih ringan daripada VM penuh.
Sumber resmi yang bisa dipakai:
- Aktifkan
WSL 2danVirtual Machine Platformdari Windows Features atau gunakan panduan resmi Install WSL. - Restart Windows jika diminta.
- Install distro Linux yang dipilih, misalnya Ubuntu atau Kali for WSL.
- Buat user Linux saat instalasi awal selesai.
- Jalankan update package di environment WSL.
- Install tool CLI inti yang dibutuhkan untuk kelas.
- Jika memakai tool GUI, putuskan sejak awal apakah tool dijalankan di Windows host atau lewat
WSLg.
Contoh verifikasi awal di WSL:
uname -a
ip a
nmap --version
ffuf -hOpsi 3: Bare Metal Linux
Bare metal cocok untuk peserta yang sudah nyaman memakai Linux sebagai sistem utama.
Sumber resmi yang bisa dipakai:
- Backup data penting jika instalasi dilakukan pada mesin utama.
- Download image installer Kali Linux, Parrot OS, atau distro Linux yang lain.
- Buat bootable USB dengan tool seperti Rufus, balenaEtcher, atau Ventoy.
- Boot dari USB installer.
- Pilih mode instalasi yang sesuai:
- Full install ke disk
- Dual boot
- Install ke device cadangan
- Selesaikan instalasi sistem operasi dan login ke environment baru.
- Jalankan update package.
- Install atau verifikasi tool inti yang dipakai selama kelas.
- Uji konektivitas ke target lab dan pastikan browser, terminal, dan tool dasar berjalan normal.
Bare Metal Lebih Berisiko
Bare metal memberi performa terbaik, tetapi perubahan package, network configuration, dan troubleshooting akan langsung memengaruhi mesin utama. VM tetap lebih aman jika device memungkinkan.
Verifikasi Minimum Setelah Instalasi
Terlepas dari opsi yang dipilih, peserta minimal harus bisa menjalankan:
ip a
ping -c 2 8.8.8.8
nmap --version
nc -h