Struktur Folder & Konfigurasi Dasar
Setelah kamu berhasil menginstal Laravel, mungkin kamu akan sedikit kaget melihat begitu banyak folder dan file yang otomatis ter-generate. Jangan panik! Kamu tidak perlu menghafal atau menggunakan semuanya sekaligus.
Untuk level dasar ini, ada tiga hal penting yang wajib banget kamu ketahui sebelum lanjut ngoding: Struktur Folder Utama, File .env, dan Artisan Console.
1. Tiga Folder Paling Sering Dikunjungi
Dari puluhan folder yang ada, untuk pemula kamu hanya akan bolak-balik di 3 tempat ini:
- 📂
app/: Ini adalah "otak" aplikasimu.app/Models/: Tempat kamu menyimpan file Model (koki database).app/Http/Controllers/: Tempat kamu menyimpan file Controller (pelayan logika).
- 📂
routes/: Tempat mendaftarkan alamat URL (resepsionis).routes/web.php: Untuk aplikasi web biasa yang pakai HTML/Blade.routes/api.php: Khusus untuk jalur REST API.
- 📂
database/migrations/: Tempat kamu menyimpan instruksi untuk merancang tabel database.
2. Rahasia Dapur: File .env
Coba cari file bernama .env di direktori paling luar (root) project-mu. File ini ibarat "buku rahasia" aplikasimu.
Fungsi .env: File ini digunakan untuk menyimpan konfigurasi penting yang bersifat rahasia dan spesifik untuk komputermu saja. Misalnya: Password database, alamat server, atau kunci API pihak ketiga.
Kenapa harus di .env? File ini tidak akan pernah ikut ter-upload ke GitHub (sudah diblokir oleh .gitignore). Jadi, password databasemu aman dan tidak bisa diintip oleh orang asing di internet.
Menghubungkan ke Database MySQL
Sebelum kamu bisa menjalankan Migration, kamu WAJIB memberitahu Laravel di mana databasemu berada. Buka file .env dan cari blok tulisan DB_CONNECTION:
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=nama_database_kamu
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=password_database_kamuDB_DATABASE: Ganti dengan nama database yang sudah kamu buat di phpMyAdmin atau TablePlus.DB_USERNAME: Biasanyaroot(kalau pakai XAMPP/Herd).DB_PASSWORD: Kosongkan (tulisDB_PASSWORD=tanpa spasi) jika MySQL-mu tidak dipasang password, atau isi sesuai password komputermu.
WARNING
Setiap kali kamu mengubah file .env, kadang server butuh direstart (CTRL + C lalu php artisan serve lagi) agar perubahan kuncinya terbaca.
3. Apa itu Artisan Console?
Dari tadi kita sering banget nulis perintah berawalan php artisan... di terminal. Sebenarnya itu apa sih?
Artisan adalah asisten virtual bawaan Laravel. Dia bisa disuruh melakukan pekerjaan repetitif yang membosankan.
Daripada kamu bikin file PHP kosong, ngasih nama class, lalu ngetik struktur dasarnya manual satu per satu, kamu tinggal suruh asistenmu:
- "Buatin file Controller buat Siswa dong!" ->
php artisan make:controller SiswaController - "Buatin struktur tabel database dong!" ->
php artisan make:migration create_siswa_table - "Tolong jalankan server lokal dong!" ->
php artisan serve
Kamu bisa melihat daftar SEMUA perintah yang bisa dilakukan Artisan dengan mengetik php artisan list di terminalmu.
Nah, sekarang kamu sudah tahu di mana harus naruh file, gimana cara konek ke database, dan siapa itu Artisan. Kamu sudah sangat siap untuk membedah arsitektur Laravel di bab selanjutnya!
