Skip to content

🐘 Pengenalan PHP

PHP

PHP: Hypertext Preprocessor

📚 Apa itu PHP?

PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman server-side yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi web dinamis dan interaktif.

📜 Sejarah Singkat:

  • Awalnya: "Personal Home Page"
  • Sekarang: "Hypertext Preprocessor"

💡 Server-Side

PHP dirancang untuk dijalankan di server, sehingga skrip PHP diproses oleh server dan hasilnya dikirimkan kepada pengguna dalam bentuk HTML.

🎯 Kegunaan PHP:

  • ✅ Website sederhana
  • ✅ E-commerce
  • ✅ Blog & CMS
  • ✅ Media sosial
  • ✅ Aplikasi web kompleks

⚡ Sintaks Dasar PHP

1. 📦 Variabel

Variabel adalah tempat penyimpanan data sementara di memori yang diberi nama. Di PHP, variabel diawali dengan simbol $.

🏷️ Tipe Data

php
<?php
// String
$name = "Andi";

// Integer
$age = 25;

// Boolean
$isStudent = true;

// Float
$height = 175.5;

// Array
$fruits = array("Apel", "Pisang", "Jeruk");

// Array Asosiatif
$person = array(
    "name" => "Andi",
    "age" => 25,
    "isStudent" => true
);

// Null
$nullValue = null;
?>

💻 Contoh Penggunaan

php
<?php
$name = "Andi";
$age = 25;
$isStudent = true;

echo "Nama: $name, Umur: $age, Mahasiswa: $isStudent";
?>

💡 Penjelasan

  • $name → Variabel string berisi "Andi"
  • $age → Variabel integer berisi 25
  • $isStudent → Variabel boolean berisi true

2. 🔒 Konstanta

Konstanta adalah variabel yang nilainya tidak dapat diubah selama program berjalan.

A. Menggunakan const

php
<?php
const APP_NAME = "Aplikasi Saya";
const PI = 3.14159;
const MAX_USERS = 100;

echo "Nama Aplikasi: " . APP_NAME . "<br>";
echo "Nilai Pi: " . PI . "<br>";
echo "Maksimal Pengguna: " . MAX_USERS;
?>

B. Menggunakan define()

php
<?php
define("APP_NAME", "Aplikasi Saya");
define("PI", 3.14159);
define("MAX_USERS", 100);
?>

⚖️ Perbedaan const vs define()

constdefine()
❌ Tidak bisa di dalam fungsi✅ Bisa di dalam fungsi
❌ Tidak bisa di dalam kelas✅ Bisa di dalam kelas
✅ Case-insensitive bisa diatur❌ Tidak bisa

3. 🔀 Struktur Kondisi

Struktur if digunakan untuk menjalankan blok kode tertentu jika kondisi terpenuhi.

A. If Sederhana

php
<?php
$age = 25;

if ($age >= 18) {
    echo "Anda sudah dewasa";
} else {
    echo "Anda masih anak-anak";
}
?>

B. If-ElseIf

php
<?php
$score = 85;

if ($score >= 90) {
    echo "A";
} elseif ($score >= 80) {
    echo "B";
} elseif ($score >= 70) {
    echo "C";
} else {
    echo "D";
}
?>

C. Switch Case

php
<?php
$day = "Senin";

switch ($day) {
    case "Senin":
        echo "Hari ini Senin";
        break;
    case "Selasa":
        echo "Hari ini Selasa";
        break;
    default:
        echo "Hari ini bukan Senin atau Selasa";
}
?>

D. Ternary Operator

php
<?php
$age = 25;
$status = ($age >= 18) ? "Dewasa" : "Anak-anak";
echo $status;
?>

E. Nested If

php
<?php
$age = 25;
$gender = "Pria";

if ($age >= 18) {
    if ($gender == "Pria") {
        echo "Anda adalah pria dewasa";
    } else {
        echo "Anda adalah wanita dewasa";
    }
} else {
    echo "Anda masih anak-anak";
}
?>

4. 🔄 Perulangan

Perulangan digunakan untuk menjalankan blok kode berulang kali.

A. For Loop

php
<?php
for ($i = 0; $i < 5; $i++) {
    echo "Nomor: $i <br>";
}
?>

B. While Loop

php
<?php
$i = 0;
while ($i < 5) {
    echo "Nomor: $i <br>";
    $i++;
}
?>

C. Foreach Loop

php
<?php
$colors = array("Merah", "Hijau", "Biru");
foreach ($colors as $value) {
    echo "$value <br>";
}
?>

D. Do-While Loop

php
<?php
$i = 0;
do {
    echo "Nomor: $i <br>";
    $i++;
} while ($i < 5);
?>

E. Nested Loop

php
<?php
for ($i = 0; $i < 3; $i++) {
    for ($j = 0; $j < 3; $j++) {
        echo "($i, $j) <br>";
    }
}
?>

5. 🎯 Fungsi

Fungsi adalah blok kode yang dapat digunakan kembali di berbagai bagian program.

A. Fungsi Sederhana

php
<?php
function sayHello() {
    echo "Hello, World!";
}

sayHello();
?>

B. Fungsi dengan Parameter

php
<?php
function sayHello($name) {
    echo "Hello, $name!";
}

sayHello("Andi");
?>

C. Fungsi dengan Return Value

php
<?php
function add($a, $b) {
    return $a + $b;
}

$result = add(5, 3);
echo "Hasil: $result";
?>

💡 Best Practice

Gunakan fungsi untuk kode yang sering digunakan agar lebih efisien dan mudah di-maintain!

    echo "Hello, $name!";
}
sayHello("Andi");

- Contoh Fungsi dengan Nilai Kembali:

```php
 <?php
 function add($a, $b): int {
     return $a + $b;
 }
 $result = add(5, 3);
 echo $result;
  • Contoh Fungsi dengan Nilai Kembali dan Parameter:

    php
     <?php
     function add($a, $b): int {
         return $a + $b;
     }
     $result = add(5, 3);
     echo $result;
  1. Array
    Array adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan beberapa nilai dalam satu variabel. Di PHP, terdapat dua jenis array: array numerik dan array asosiatif.
  • Cara membuat Array di php bisa menggunakan cara berikut :

    php
    <?php
    $fruits = array("Apel", "Pisang", "Jeruk");
    $person = array("name" => "Andi", "age" => 25, "isStudent" => true);
    $students = [
    ["name" => "Andi", "age" => 21],
    ["name" => "Budi", "age" => 22],
    ];

    Perbedaanya adalah pada cara penulisan, jika menggunakan array() maka harus menggunakan tanda kurung kurawal, sedangkan jika menggunakan [] maka tidak perlu menggunakan tanda kurung kurawal.

  • Contoh Array Numerik:

    php
     <?php
     $fruits = array("Apel", "Pisang", "Jeruk");
     echo $fruits[0]; // Output: Apel
  • Contoh Array Asosiatif:

    php
     <?php
     $person = array("name" => "Andi", "age" => 25, "isStudent" => true);
     echo $person["name"]; // Output: Andi
  • Contoh Array Multi-Dimensi:

    php
     <?php
     $students = [
     ["name" => "Andi", "age" => 21],
     ["name" => "Budi", "age" => 22],
     ];
     echo $students[0]["name"]; // Output: Andi
  1. Include dan Require
    Include dan require digunakan untuk memasukkan file eksternal ke dalam skrip PHP. Perbedaan utama antara include dan require adalah jika file yang dimasukkan tidak ditemukan, include akan menghasilkan peringatan, sedangkan require akan menghasilkan fatal error.
  • Contoh Include:

    php
     <?php
     include "header.php";
     echo "Hello, World!";
     include "footer.php";
  • Contoh Require:

    php
     <?php
     require "header.php";
     echo "Hello, World!";
     require "footer.php";
  1. Enumerasi
    Enum (Enumeration) di PHP adalah fitur yang diperkenalkan pada PHP 8.1 untuk mendefinisikan sekumpulan nilai tetap yang bersifat konstan. Enum memungkinkan kita untuk membuat tipe data khusus dengan serangkaian nilai yang telah ditentukan, sehingga dapat membantu meningkatkan ketepatan tipe data dan mengurangi kesalahan dalam pengkodean.
  • Contoh Enum :

    php
    <?php
    enum OrderStatus {
        case Pending;
        case Confirmed;
        case Canceled;
    }

    Dalam konteks pemrograman, Enum berguna untuk membuat data yang hanya memiliki beberapa nilai yang valid. Sebagai contoh, dalam sistem status pemesanan, kita mungkin ingin status tersebut hanya memiliki nilai seperti Pending, Confirmed, dan Canceled. Dengan menggunakan Enum, kita dapat memastikan bahwa status pemesanan hanya memiliki nilai yang valid.

  • Contoh Penggunaan Enum :

    php
    <?php
    enum OrderStatus {
        case Pending;
        case Confirmed;
        case Canceled;
    }
    $status = OrderStatus::Confirmed;
    echo $status;
  • Contoh Enum Backed : PHP juga mendukung Backed Enum, yaitu enum yang memiliki nilai scalar (string atau integer) yang terkait dengan setiap kasus. Fitur ini berguna ketika kita perlu menyimpan nilai enum ke database atau berinteraksi dengan API yang mengharuskan format tertentu.

    php
    <?php
    enum OrderStatus: int {
        case Pending = 1;
        case Confirmed = 2;
        case Canceled = 3;
    }
    $status = OrderStatus::Confirmed;
    echo $status->value;
  1. Exception Handling
    Exception Handling adalah teknik yang digunakan untuk menangani kesalahan atau kondisi yang tidak terduga yang terjadi selama eksekusi program. Di PHP, kita dapat menggunakan blok try-catch untuk menangkap dan menangani pengecualian.
  • Contoh Exception Handling:

    php
     <?php
     try {
         $result = 10 / 0;
     } catch (Exception $e) {
         echo "Error: " . $e->getMessage();
     }
  • Contoh Exception Handling dengan Multiple Catch:

    php
     <?php
     try {
         $result = 10 / 0;
     } catch (DivisionByZeroError $e) {
         echo "Error: Division by zero";
     } catch (Exception $e) {
         echo "Error: " . $e->getMessage();
     }
  • Contoh Exception Handling dengan Finally:

    php
     <?php
     try {
         $result = 10 / 0;
     } catch (DivisionByZeroError $e) {
         echo "Error: Division by zero";
     } catch (Exception $e) {
         echo "Error: " . $e->getMessage();
     } finally {
         echo "Finally block";
     }